Bahan Ripstop

Bahan Ripstop yang Tahan Sobek dan Dapat Diandalkan

Ada banyak jenis kain yang dijual di pasaran, mulai dari kualitas bagus dengan harga murah hingga jenis premium dimana harganya sangat fantastis. Anda mungkin sudah biasa mendengar kain Katun, Drill, Lycra sebagai bahan dasar pembuatan kaos. Tapi untuk bahan ripstop juga cukup banyak peminatnya.

Mengenal Bahan Ripstop dan Karakteristiknya

Kain Ripstop merupakan kain tenun dengan menggunakan bahan benang Nilon. Dalam proses merajutnya, ada teknik khusus untuk memperkuat bahan tersebut sehingga lebih tahan terhadap sobekan. Terdapat struktur 3 dimensi karena tebalnya Nilon dikaitkan dengan jenis kain yang tipis.

Karakteristik kain Ripstop memiliki kerapatan tinggi dengan berbagai pola. Misalnya pola garis mulai dari hexagon, bentuk diamond, kotak dan sebagainya. Kekuatan yang cukup baik tersebut membuatnya tahan air, tidak mudah meresap dan menyebar. Ketahanan bahannya juga bisa melindungi dari goresan.

Kain yang digunakan dalam pembuatan bahan Ripstop dapat berasal dari kapas, sutra, Poliester, Polypropylene dan Nilon. Berbeda dengan bahan Castillo, dimana teksturnya lebih lembut dan lebih banyak digunakan pada pembuatan seragam kerja, sekolah, kantor serta pramuka.

Pengaplikasian Kain Ripstop

Kain Ripstop pada prakteknya merupakan bahan ringan dengan rajutan Nilon menggunakan teknik berpola. Maka tidak heran bila pemanfaatannya pada kebutuhan sandang dapat diandalkan. Banyak konveksi baju seragam seperti https://konveksi.co menggunakan kain ripstop untuk pembuatan seragam tentara, pembuatan kemeja, tas militer dan jaket menggunakan bahan Ripstop karena memiliki ketahanan dari robekan.

Bahannya yang ringan juga diterapkan pada produk sepatu. Ketebalan benang dan penguatan terhubung sedemikian rupa membentuk pola arsiran. Biasanya berinterval antara 5 hingga 8 milimeter. Hammock atau Buaian turut menggunakan bahan Ripstop karena kekuatannya mampu menopang tubuh pengguna.

Kain Ripstop dengan jenis bahan yang tipis dimanfaatkan dalam produksi layar kapal, balon udara, layang-layang hingga parasut. Peralatan berkemah seperti kantong tidur, kelambu berasal dari kain jenis ini. Tirai jendela, bendera, spanduk dan topi juga tidak luput dari penerapan bahan Ripstop.

READ  Tips Buat Baju Seragam Kerja

Varian Bahan Ripstop

Tidak jauh berbeda dengan jenis kain lainnya, kain ripstop juga memiliki beberapa varian untuk membedakan karakteristik antara satu komposisi item dengan yang lain. Mengingat kain jenis ini berasal dari kapas, sutra, Nilon dan sebagainya tentu masing-masing disesuaikan pada penggunaannya.

  • Ripstop Nilon

Ripstop nilon bahan dasarnya paling banyak berasal dari benang Nilon. Oleh karena itu, teknik rajutan dengan bahan ini lebih kuat dan tidak mudah meresap apabila terkena tetesan atau tumpahan air. Di samping itu, juga memiliki elastisitas hingga dimanfaatkan dalam membuat kanopi perlengkapan terjun.

Selain kuat dan memiliki ketahanan, bahan ini juga tahan terhadap jamur. Nilon yang berasal dari bahan sintetis tersebut juga mudah dicuci dan cepat kering. Namun, kekurangan dari bahan Ripstop Nilon adalah tidak mudah menyerap keringat sehingga terasa gerah apabila lama-lama dikenakan.

  • Polyester Ripstop

Hampir mirip dengan Nilon Ripstop, namun beda dari segi komposisi kimia dari serat dalam teknik penenunannya. Sifat dari bahan ini sangat lentur, namun tidak mudah melar atau kendor. Permukaannya tidak sama halusnya dengan bahan Spandex. Itulah sebabnya cocok bila diterapkan pada Hammock.

Serat yang ada pada bahan Polyester memiliki sifat menahan panas berdasarkan suhu tertentu. Termasuk dalam menahan panas yang datang dari dalam tubuh. Pengaplikasiannya juga dilakukan pada pembuatan kanopi paralayang.

  • Ripstop Poplin

Bahan satu ini dulunya diterapkan pada bidang militer. Baik seragam prajurit hingga tas militer berasal dari kain Ripstop Poplin. Saat ini masih ada yang menggunakan kain tersebut untuk seragam militer meskipun sudah tidak sebanyak masa dulu.

Ada beragam kain Ripstop dengan varian dan karakteristik yang berbeda. Hingga saat ini industri konveksi masih terus menggunakan jenis kain Ripstop karena memiliki harga terjangkau.